Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya, secara umum penyakit ini tidak berbahaya tapi membuat risih.

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12.00 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-16T09:42:49Z

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya, secara umum penyakit ini tidak berbahaya, tapi bisa berkembang menjadi masalah serius dan mengancam nyawa. Bila terkena hernia, kemungkinan besar Anda membutuhkan operasi untuk menyembuhkannya. Namun tidak semua kasus hernia pasti memerlukan operasi, tergantung kondisi dan gejala hernia itu sendiri dan gejala yang muncul. Hernia adalah penyakit yang sangat umum dijumpai dalam masyarakat.
 

Pengertian dan Jenis Hernia

Hernia terjadi ketika ada bagian dari organ internal yang menekan dan menembus otot atau jaringan ikat organ lain. ketika otot atau jaringan ikat itu lemah atau robek sehingga ada bagian tertentu dari organ, terutama usus, yang menembusnya dan masuk ke area tubuh lain. Akibatnya, muncul tonjolan di bawah kulit yang disertai rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kondisi ini umumnya terjadi di area perut dan selangkangan.

 

Ada dua jenis utama hernia, yakni eksternal dan internal.

Sebagian besar hernia bersifat eksternal. Artinya, organ itu menyebabkan tonjolan yang terlihat dari luar tubuh. Bila hernia terjadi secara internal, tonjolan berada di dalam tubuh.

Hernia bisa terjadi pada di beberapa lokasi tubuh. Ada setidaknya tujuh jenis hernia berdasarkan lokasinya:

  • Hernia inguinalis: terjadi ketika ada bagian dari usus mendorong ke dalam saluran di dinding bawah perut yang disebut kanal inguinal, sehingga timbul tonjolan di perut bagian bawah kanan atau kiri.
  • Hernia femoralis: terjadi saat ada bagian dari usus atau jaringan lain yang masuk dan menonjol di antara paha bagian atas dan selangkangan. Paling sering didapati pada wanita.
  • Hernia epigastrium: kondisi ketika organ dalam perut menonjol keluar di garis tengah perut, antara pusar dan tulang dada. Hernia epigastrik dapat terjadi pada siapa saja, baik pada orang dewasa maupun bayi baru lahir.
  • Hernia umbilikalis: kondisi di mana bagian usus menonjol keluar dari pusar. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi dan tidak berbahay
  • Hernia hiatus: kondisi ketika sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dad
  • Hernia insisional: kondisi ketika sebagian usus mendorong dinding perut yang terjadi setelah operasi perut, ketika daerah sayatan operasi masih lemah.
  • Hernia spigelian: terjadi saat ada bagian dari usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) sehingga terjadi benjolan di bagian bawah pusar. 

 


Tingkat keparahan hernia bervariasi, dari ringan hingga berat. Hernia yang awalnya ringan bisa berubah menjadi berat jika tak segera diatasi. Hernia inguinalis, misalnya, bisa makin membesar dan menekan kantong buah zakar atau skrotum sehingga memicu rasa sakit dan bengkak. Adapun hernia hiatus dapat menyebabkan asam lambung masuk ke saluran pencernaan hingga memicu nyeri perut, naiknya asam lambung, dan bahkan perdarahan.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update